Senin, 22 Maret 2021

Desa Manjapai menjadi Kampung RewakoTerbaik

 

Kampung Rewako Terbaik di Tiap Kecamatan Dapat Hadiah Rp. 50 Juta 

Minggu, 13 September 2020 - 10:15 WIB

Penyerahan penghargaan kepada pengelola Kampung Rewako terbaik di Kabupaten Gowa. Foto: SINDOnews/Herni Amir
facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
linkedin sharing button
sharethis sharing button
SUNGGUMINASA - Bupati Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan memberikan hadiah bagi Kampung Rewako terbaik di kecamatan yang dikunjunginya. Desa yang diberi penghargaan yakni Kampung Rewako Desa Sicini, Kecamatan Parigi dan Desa Belabori, Kecamatan Parangloe.

"Kami datang ke sini untuk memberikan hadiah kepada Kampung Rewako yang dianggap Kapolres terbaik di kecamatannya. Sehingga yang kita datangi adalah yang dinilai terbaik dan kami berikan hadiah Rp 50 juta," ungkap Adnan saat melakukan kunjungan kerja di Desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Sabtu (12/9/2020).



Baca juga: Di Tengah Pandami, Usaha Tanaman Hias di Gowa Raup Untung Rp500 Ribu Sehari

Dikatakan Adnan, hadiah tersebut untuk operasional Kampung Rewako dan pembelian bibit, ikan, dan ketahanan pangan, agar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat melalui Kampung Rewako tersebut.

Selain kunjungan kerja, kedatangan Adnan juga sekaligus menyosialisasikan Perda Wajib Masker. Adnan menegaskan perda ini telah memiliki payung hukum dan ada sanksi yang mengatur seperti sanksi sosial, denda, dan hingga sanksi terbesar pencabutan izin bagi pelaku usaha.



Sehingga jika ditemukan masyarakat yang masih tidak disiplin sanksi tersebut akan ditempuh pemkab Gowa.

"Kurang lebih sudah lima bulan kita dilanda wabah COVID, dan hari ini setelah disahkan Agustus kemarin, kami akan sosialisasikan dulu melalui kunker kita di 18 kecamatan. Nanti setelah tersosialisasikan sampai ke kecamatan barulah kita terapkan secara keseluruhan dengan memberikan sanksi bagi yang ditemukan," tegas Adnan.

Baca juga: Kehadiran Pertashop di Gowa Diharap Penuhi Kebutuhan BBM di Pedesaan

Sementara Kapolres Gowa, AKBP Boy F Samola yang merupakan pencetus Kampung Rewako mengatakan tujuan Kampung Rewako ini yakni selain memutus mata rantai penularan juga untuk meningkatkan ketahanan pangan yang akan meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Kami sangat mengapresiasi Kampung Rewako yang ada di seluruh kecamatan Kabupaten Gowa. Karena tujuan awal Kampung Rewako ini agar dijadikan tempat memberikan edukasi masyarakat untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dan dijadikan tempat untuk ketahanan pangan yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," bebernya.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta agar seluruh bentuk pertikaian atau kejadian kecil mampu diselesaikan secara kekeluargaan di Kampung Rewako ini, agar kebersamaan dan kekompakan tidak terpecah belah.

Baca juga: Deklarasikan Kepatuhan Protkes, Polres-Pemkab Bagi 100.000 Masker

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Yeni Andriani mengimbau masyarakat Kabupaten Gowa khususnya Desa Sicini untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketentraman wilayahnya.

"Masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan ajakan dari oknum, kita harus berhati-hati jika ada orang yang meminta kita untuk mengantarkan barang karena bisa saja barang tersebut narkoba. Bagi mereka yang kedapatan membawa obat-obat terlarang dan benda tajam yang membahayakan akan kami tindak tegas untuk menjaga wilayah ini lebih kondusif," pesan Kajari Gowa.
(luq)
facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
linkedin sharing button
sharethis sharing button
0
0
0
0
0
0
Berita Terkait
Tulis Komentar Anda!
Berita Lainnya
more
Baca Juga
Follow us:
facebook sharing button
twitter sharing button
instagram sharing button
youtube sharing button
linkedin sharing button
notification icon
Dapatkan update berita SINDOnews Makassar melalui notifikasi browser Anda.

Sabtu, 03 Oktober 2020

Kampung Rewako Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Pemerintah Desa Manjapai Bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes Kaledata) Goes to Desa BRIlian

(Manjapai 2020)



     Mewabahnya Covid 19 menjadi momok tersendiri bagi Bangsa Indonesia. Mulai dari Kota Besar hingga ke pelosok Pedesaan terkena dampaknya. Ditandai dengan aktivitas perekonomian masyarakat yang cenderung menurun yang pada akhirnya berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Covid 19 meronrong seluruh sendi sendi perekonomian, sektor pariwisata bahkan sektor pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia juga ikut kena imbasnya. Tidak terkecuali hampir seluruh pelosok negeri ini terpuruk akibat merebaknya Covid 19.
       Hal ini juga dirasakan oleh masyarakat yang ada di Pedesaan merata di seluruh Indonesia. Khusus di Wilayah Desa Manjapai Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pun ikut terkena dampak dari Virus Corona 19, hasil produksi pertanian di Desa ini tidak bisa lagi menjadi penyokong utama pendapatan masyarakatnya disebabkan oleh melemahnya nilai jual hasil panen petani.              Menyikapi permasalahan yang ada maka Pemerintah Desa Manjapai bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES KALEDATA) mencoba melakukan terobosan mengacu kepada Program Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa tentang penanganan COVID 19. Melalui pengembangan Program Kampung Rewako yang mana Pemerintah Desa dituntut untuk berinovasi di era Pandemi COVID 19 dalam rangka penyebaran Virus Corona juga memupuk kembali semangat gotong royong warga Desa, sekaligus mencoba menggali potensi sektor pariwisata Desa. Maka di bangunlah Kampung Rewako Desa Manjapai yang berlokasi di Dusun Data Desa Manjapai Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. 
        Kampung Rewako Desa Manjapai hadir dalam bingkai Wisata Desa yang dikolaborasikan dengan Edukasi Tentang pentingnya pencegahan Covid 19, yang di dalamnya terdapat Posko induk Penanganan COVID 19 Desa, Posko Kesehatan, Posko Linmas/ Keamanan, Perpustakaan RuangMini, Ruang Edukasi Covid 19, Stand UMKM BUMDes, Baruga Kampung KB, Baruga / Balai Pertemuan Desa, Musholla dan Toilet bagi pengunjung, bahkan pengunjung juga dimanjakan dengan Spot Foto yang ikonik yang tetap mencerminkan kearifan budaya lokal. Hal ini terlihat dari bangunan yang ada di Kampung Rewako Desa Manjapai hampir keseluruhan terbuat dari bambu dan atap rumbia. 
        Kampung Rewako Desa Manjapai kini menjadi salah satu destinasi wisata alternatif yang telah banyak menarik minat masyarakat baik lokal maupun dari luar daerah untuk berkunjung ketempat ini.






Setelah beberapa waktu yang lalu mendapat kunjungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa, keberadaan Kampung Rewako ini semakin tersebar luas. Tidak terlepas dari peran Media Sosial. 
Dan melalui informasi dari medsos Kampung Rewako Desa Manjapai ikut berkompetisi dalam Program BRIncubator Goes to Desa BRIlian dalam rangka Ultah BRI yang ke 125. Dari Kurang Lebih 520 Desa dari Seluruh Indonesia yang ikut berpartisipasi, Desa Manjapai bisa ikut di 124 Desa lainnya untuk dibina menuju Desa BRIlian dengan Motto One Village One Goal
" Satu Desa Satu Program " unggulan.

Program Desa BRIlian
Desa Manjapai Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, BUMDes Kaledata

A. MASALAH ?....

1) Tidak adanya Objek Wisata yang   dekat dari Desa Manjapai.
2) Terbatasnya ruang gerak Masyarakat Desa di era Pandemi COVID 19
3) Kondisi ekonomi Masyarakat Desa yang tidak menentu saat adanya Pandemi COVID 19
4) Warga yang kurang memahami tentang bahaya Covid 19.

B. PROGRAM ?....

Pengembangan Obyek Wisata Kampung Rewako Desa Manjapai.
----------------------------------------------------------
Yang dikemas dalam 
1. Kolaborasi Wisata Covid ( Edukasi tentang Covid) Protokol Kesehatan, 
2. Agro dan Ekowisata (Budidaya Tanaman Pangan), 
3. Budidaya Ikan Nila,
Yang nantinya dalam skala besar akan dikembangkan lagi dengan pemanfaatan Bekas Tambang Galian C milik masyarakat Desa yang tersebar di tiap Dusun di Desa Manjapai
4. Tersedianya Taman Baca Untuk Pengunjung.
5. Balai Pertemuan

C. OUT PUT

1. Mengedukasi Masyarakat dengan berwisata sambil belajar tentang pentingnya hiburan dan kesehatan
2. Memberdayakan masyarakat Desa dengan ikut terlibat dalam pengembangan dan pembangunan Desa 
3. Bisa mengangkat perputaran Roda perekonomian Warga Desa
4. Menarik minat masyarakat baik lokal maupun dari Desa lain untuk berkunjung ke Kampung Rewako Desa Manjapai

D. OUT COME

1. Memungkinkan tersedia Lapangan Kerja Baru Bagi Warga Desa.
2. Dengan pengelolaan Yang matang kerjasama antara pemdes dan BUMDes sebagai pengelola maka diharapkan kehadiran Kampung Rewako Desa Manjapai bisa menambah Pendapatan Asli Desa

E. IMPACT
 atau Dampak dari Program ini dengan mengacu kepada SDGs
Permendesa PDTT 13 tahun 2020
Poin 8.
Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi.

         Program Desa Brilian telah terwadahi dalam sebuah Grup WA yang dimentori oleh para motivator yang inspiratif dan handal.

Mimpi dan Harapan besar dari Desa yang tergabung dalam Inkubasi Desa Brilian akan selalu menjadi motivasi yang tinggi untuk maju dan berkembang bersama. 








Senin, 11 Mei 2020

Call Center Pengaduan Masyarakat Terdampak Covid

Bagaimana Solusinya Kalau Tinggal di Kabupaten Gowa Namun Belum tersentuh Bansos?

Manjapai, 11 Mei 2020
(manjapaibersatu.blogspot.com)

Dalam rangka mensukseskan PSBB Kabupaten Gowa, maka Pemda dalam hal ini Bapak Bupati Gowa tidak ingin setengah hati, maka bagi warga Desa yang ada di Kabupaten Gowa yang memiliki KTP Gowa maupun berdomisili di Gowa namun tidak memiliki KTP Gowa masih bisa merasakan manfaat bansos Covid, dan diprioritaskan bagi warga yang sama sekali belum tersentuh baik PKH/BPNT, BLT, BST, maupun Bansos Covid. Untuk warga yang merasa belum mendapatkan bansos tetapi punya KTP Gowa maka bisa langsung menghubungi Nomor Call Center yang tertera di gambar, kalau bersyarat bisa langsung mengambil paketnya melalui fasilitas Relawan Covid Desa masing-masing. Dan bagi warga yang berdomisili di Gowa namun tidak punya KTP Gowa maka masih tetap bisa memperoleh paket makanan melalui dapur umum Kantor Camat masing-masing. Maka diharapkan tidak akan ada lagi warga yang bermukim di Gowa yang merasa dianaktirikan. 
    Terkait Bantuan berupa uang tunai entah itu BLT DDs maupun BST Kemensos yang oleh sebagian besar warga masing-masing ingin memperolehnya, tentunya tidak mungkin karena BLT DDs terbatas sesuai kemampuan APBDes masing-masing Desa. Itupun sudah melalui pemangkasan anggaran DDs yang telah ditetapkan sebelumnya. Juga tentang BST Kemensos maka itupun tidak akan mungkin tercover secara keseluruhan. Karena penetapan langsung dari Kemensos RI berdasarkan DTKS (Data Ye Kesejahteraan Sosial). 
Maka dalam hal ini sangat dibutuhkan pemahaman masyarakat, jangan mudah terprovokasi dengan kabar atau isu-isu yang ingin memecah belah tatanan kerukunan antar warga. 
AM/ Desa Manjapai

SEMUA KARENA CINTA


PENYALURAN BANTUAN TERDAMPAK COVID 19 DESA MANJAPAI TAHUN 2020
-------------------------------------------------------------------
Penyerahan Bansos warga terdampak Covid 19

1). Dana BLT Desa Manjapai berdasarkan Musyawarah Desa Khusus pertanggal 27 April 2020 ada 70 Rumah Tangga Maka 70  KK X RP 600.000.-  = Rp 42.000.000,- selama 3 Bulan  Rp  126.000.000,-
2). Sebanyak 157 KK telah merasakan manfaat PKH/BPNT Kementerian Sosial.
3). Tambahan Penerima Manfaat BPNT sebanyak 163 KK.
4). Data dari Kementerian Sosial RI ada 107 Keluarga yang akan memperoleh Bantuan Sosial Tunai (BST), 107 x Rp. 600.000,- =
Yang punya Rekening BNI atau BRI dan NIK Penerima Valid maka otomatis akan langsung masuk ke Rekeningnya untuk Rp. 600.000,- pertama. Dan bagi yang tidak punya Rekening selanjutnya akan disalurkan melalui PT. POS Persero.
5). Selanjutnya bagi keluarga yang belum terdata di antara BLT, PKH/BPNT maupun BST telah didata untuk memperoleh Paket Sembako Pemda, dan menurut data yang telah di input oleh Tim Relawan Covid ada 300 KK yang akan memperoleh Bansos tersebut.

"Kita berupaya dengan maksimal agar seluruh warga yang ada di Desa Manjapai bisa tercover bantuan, baik itu Bansos, PKH/BPNT, BST dan sebagainya, dan menurut himbauan Bapak Bupati tidak boleh ada warga yang menerima dobel dan di upayakan semaksimal mungkin bisa merata," Ungkap Bapak Kepala Desa Manjapai MUHAMMAD SYAHRIR ditemui di sela-sela kesibukan mengurus Bantuan warga terdampak Covid.

" Maka kami mohon maaf kepada : 
1. Kades,  Sekdes,  Kasi dan Kaur Kadus kalau tidak ada lagi biaya perjalanan dinas maupun Tunjangan.
2. Pengurus PKK kalau semua dananya kami tarik kembali. 
3. Pengurus Karang Taruna semua dananya kami tarik kembali.
4. Biaya Pendidikan dan Pelatihan Posyandu,  PKK,  dan Karang Taruna kami tarik kembali. 
5. Rencana kegiatan pembangunan infrastruktur yang telah kami sampaikan ada yang terpaksa kami batalkan. 
Ini semua demi aksi kemanusiaan yang sangat menjadi prioritas dalam memutuskan mata Rantai COVID 19 sebagai Program Nasional
Itupun pasti  PASTI DAN PASTI masih banyak yang akan kecewa,  tapi sebagai penanggung jawab akan berusaha. Semaksimal mungkin mencari solusi, terbaik. " Lanjut Dg. Limpo (sapaan akrab Kades 9 orang anak tersebut.
Penyerahan BLT Dana Desa kepada warga oleh Bapak Ketua BPD Desa Manjapai, Babinsa, Pendamping Desa, dan Kepala Dusun,

Minggu, 10 Mei 2020

Postingan Terbaru

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN BUMDES KALEDATA SEBAGAI BENTUK TRANSPARANSI DAN TANGGUNG JAWAB DUNIA AKHIRAT

  Selayaknya Badan Usaha yang telah memiliki Badan Hukum, maka wajib melakukan Pertanggungjawaban di setiap akhir tahun buku, maka Badan Usa...